Pengelolaan Sumber Daya Sungai Berbasis Masyarakat untuk Mendukung Keberlanjutan Masyarakat Pulau Kemaro
DOI:
https://doi.org/10.56128/ljoalr.v5i8.1155Keywords:
Modal Sosial, Pengelolaan Berbasis Masyarakat, Jaringan, Keberlanjutan, Norma, Tepian SungaiAbstract
Pulau Kemaro merupakan kawasan sungai yang memiliki fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya bagi masyarakat setempat. Namun, perubahan kualitas lingkungan, keterbatasan air bersih, kerentanan infrastruktur, serta belum optimalnya koordinasi antarpemangku kepentingan memengaruhi keberlanjutan penghidupan warga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan sumber daya sungai berbasis masyarakat melalui teori modal sosial Robert Putnam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pelaku penyelaman artefak, serta dokumentasi kondisi sosial dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki modal sosial berupa kepercayaan, norma timbal balik, jaringan kerja, pengetahuan lokal, dan solidaritas. Modal sosial tersebut mendukung pembagian wilayah kerja, pertukaran informasi, pemanfaatan sumber daya sungai, dan respons kolektif terhadap masalah lingkungan. Namun, modal sosial belum sepenuhnya terhubung dengan kelembagaan formal. Penelitian merekomendasikan pembentukan forum pengelolaan sungai berbasis komunitas, penguatan kemitraan lintas pihak, peningkatan keselamatan kerja, penyediaan air bersih, dan pengembangan pelestarian artefak secara legal serta edukatif.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nabila Tahira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.