Kebijakan Pengembangan Pariwisata Sungai Musi di Pasar 16 Ilir Kota Palembang

Kebijakan Pengembangan Pariwisata Sungai Musi di Pasar 16 Ilir Kota Palembang

Authors

  • Galuh Efnol Adzan Universitas Sriwijaya
  • Novitry Pratiwi Universitas Sriwijaya
  • Zetia Wijayanti Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.56128/ljoalr.v5i1.795

Keywords:

Pariwisata Sungai, Infrastruktur Hijau, Pariwisata Berbasis Masyarakat

Abstract

Sungai Musi merupakan aset pariwisata strategis Kota Palembang yang menghadapi tantangan kompleks dalam pengelolaan kawasan tepian sungai, khususnya di Pasar 16 Ilir sebagai destinasi wisata kuliner dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur untuk menganalisis tiga masalah krusial: pengelolaan sampah yang tidak optimal, proliferasi bangunan semi permanen di atas permukaan sungai, dan buruknya sanitasi yang berdampak pada kontaminasi air. Penelitian ini mengintegrasikan kerangka teoritis infrastruktur hijau, pariwisata berbasis masyarakat, dan model pariwisata 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary) dengan konteks kearifan lokal Palembang. Temuan menunjukkan bahwa solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang dikombinasikan dengan tata kelola partisipatif dan peningkatan komponen 4A telah berhasil diterapkan di koridor sungai Jakarta, Kuala Lumpur, dan kota-kota lain di Asia Tenggara. Penelitian ini merekomendasikan paket kebijakan terintegrasi untuk Pemerintah Kota Palembang yang mencakup regulasi zona penyangga riparian, investasi infrastruktur terminal dan sanitasi, pembentukan koperasi pedagang, serta pilot program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Adzan, G. E., Pratiwi, N., & Wijayanti, Z. (2026). Kebijakan Pengembangan Pariwisata Sungai Musi di Pasar 16 Ilir Kota Palembang. Locus Journal of Academic Literature Review, 5(1), 22–36. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v5i1.795

Issue

Section

Artikel
Loading...