Performativitas Halal di Ruang Publik Kreatif: Konsumsi dan Identitas Muslim Urban
DOI:
https://doi.org/10.56128/ljoalr.v5i2.839Keywords:
performativitas halal, ruang publik kreatif, identitas Muslim urban, "Diri Halal", spasialisasi moral, umat digitalAbstract
Halal telah berkembang menjadi suatu praktik performatif yang kompleks, tempat Muslim urban secara aktif membentuk identitas melalui konsumsi dalam ruang publik kreatif. Kajian ini menyelidiki dinamika tersebut dengan memperkenalkan konsep "Diri Halal" sebagai suatu proyek identitas reflektif, yang dikurasi melalui interaksi antara tubuh, ruang, dan tanda-tanda budaya. Telaah kritis terhadap literatur mutakhir mengungkap bahwa performativitas ini beroperasi dalam medan ketegangan. Di satu sisi, logika pasar dan rezim sertifikasi formal berusaha mendefinisikan serta mengkomodifikasi makna halal. Di sisi lain, otoritas pengetahuan lokal dan jaringan komunitas, yang sering kali diperkuat oleh ruang digital, berfungsi sebagai sumber legitimasi alternatif yang krusial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa halal bukan lagi sekadar kategori normatif, melainkan suatu praktik sosio-spasial yang generatif. Melalui performativitasnya, halal secara aktif membentuk cara keberagamaan yang khas dan situasional, yang terus-menerus menegosiasikan modernitas, visibilitas, dan afiliasi dalam lanskap kota kontemporer.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Chalida Zia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.