Peran Notaris dalam Penyelesaian Wanprestasi Kontrak Build Operate Transfer (BOT) Restoran Sangria di Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.56128/jkih.v5i3.826Keywords:
build operational transfer, BOT, notaris, wanprestasiAbstract
Wanprestasi terjadi karena adanya kelalaian dari pihak yang terlibat dalam perjanjian. Dalam penelitian ini, kasus wanprestasi terjadi pada kontrak BOT dalam pengelolaan kasus Sangria by Pianoza di Surabaya. Penelitian ini berfokus menilik peran Ferry Gunawan sebagai notaris dalam kasus tersebut yang mana telah membuat Akta Perjanjian Pengelolaan Nomor 12 tanggal 27 Juli 2022. Dalam keterlibatannya, ia diduga melakukan pemalsuan akta perjanjian dalam pengelolaan Restoran Sangria by Pianoza di Surabaya. Namun, dalam proses penyelesaian kasus tersebut, penelitian ini menemukan bahwa Ferry menunjukkan sikap netralitas dan membuktikan bahwa ia telah menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Peran yang dijalankan tersebut telah sesuai dengan ketentuan Undang-undang Jabatan Notaris, KUHPerdata, dan kode etik profesi. Akta yang telah dibuat oleh Ferry memiliki kekuatan pembuktian sempurna karena disusun berdasarkan kesepakatan para pihak, dibacakan di hadapan para pihak, serta ditandatangani secara sadar dan sukarela. Maka dari itu, Ferry Gunawan sebagai notaris tidak dapat diikutsertakan sebagai pihak yang bersalah dalam kasus wanprestasi tersebut.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wanda Andhiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.