Menelusuri Akar Lemahnya Penanganan Sampah Laut Kiriman di Desa Pengudang
DOI:
https://doi.org/10.56128/jkih.v6i2.935Keywords:
Sampah Laut Lintas Batas, Desa Pengudang, Lingkungan Pesisir, Keadilan EkologisAbstract
Penelitian ini mengkaji fenomena sampah laut lintas batas yang terbawa hingga ke Desa Pengudang, Bintan, sehingga mengganggu ekosistem, aktivitas nelayan, dan sektor pariwisata. Dengan menggunakan pendekatan normatif-empiris dan teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan lemahnya penegakan hukum. Hasil penelitian menunjukkan adanya kelemahan dalam regulasi lintas batas, tumpang tindih kewenangan antarinstansi, serta keterbatasan fasilitas di tingkat lokal. Di sisi lain, masyarakat memiliki kesadaran ekologis yang tumbuh secara mandiri melalui praktik gotong royong dan kearifan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan sampah laut memerlukan regulasi yang terintegrasi, penguatan kelembagaan, serta pendekatan berbasis budaya lokal untuk mewujudkan keadilan ekologis dan keberlanjutan lingkungan di wilayah pesisir perbatasan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Arieta, Ilhamda Fattah Kaloko, Taruna Prakarsa, Winda Gustika, Grace Natasya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.